Selamat Datang Di Kampus Ceria.. MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH KAYUTREJO " Mandiri Santun Cerdas " (Mimka MSc) Status Terakreditasi ~ Terimalah Salam Kami Asalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh, Mimka Selalu ada yang baru. "Silaturrohmi Alumni, Menjalin Ukhuwah Dunia Akhirat; Mempersiapkan Siswa - Siswi Madrasah yang Mandiri, Santun dan Cerdas

Kamis, 19 Desember 2013

Biografi Muhammad Hatta

Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.


Sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, ia menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpulan. Tetapi sumber keuangan baik dari iuran anggota maupun dari sumbangan luar hanya mungkin lancar kalau para anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin. Rasa tanggung jawab dan disiplin selanjutnya menjadi ciri khas sifat-sifat Mohammad Hatta.

Masa Studi di Negeri Belanda
Pada tahun 1921 Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging. Perkumpulan yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Hatta juga mengusahakan agar majalah perkumpulan, Hindia Poetra, terbit secara teratur sebagai dasar pengikat antaranggota. Pada tahun 1924 majalah ini berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Hatta lulus dalam ujian handels economie (ekonomi perdagangan) pada tahun 1923. Semula dia bermaksud menempuh ujian doctoral di bidang ilmu ekonomi pada akhir tahun 1925. Karena itu pada tahun 1924 dia non-aktif dalam PI. Tetapi waktu itu dibuka jurusan baru, yaitu hukum negara dan hukum administratif. Hatta pun memasuki jurusan itu terdorong oleh minatnya yang besar di bidang politik.

Perpanjangan rencana studinya itu memungkinkan Hatta terpilih menjadi Ketua PI pada tanggal 17 Januari 1926. Pada kesempatan itu, ia mengucapkan pidato inaugurasi yang berjudul "Economische Wereldbouw en Machtstegenstellingen"--Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan kekuasaan. Dia mencoba menganalisis struktur ekonomi dunia dan berdasarkan itu, menunjuk landasan kebijaksanaan non-kooperatif.

Sejak tahun 1926 sampai 1930, berturut-turut Hatta dipilih menjadi Ketua PI. Di bawah kepemimpinannya, PI berkembang dari perkumpulan mahasiswa biasa menjadi organisasi politik yang mempengaruhi jalannya politik rakyat di Indonesia. Sehingga akhirnya diakui oleh Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPI) PI sebagai pos depan dari pergerakan nasional yang berada di Eropa.

PI melakukan propaganda aktif di luar negeri Belanda. Hampir setiap kongres intemasional di Eropa dimasukinya, dan menerima perkumpulan ini. Selama itu, hampir selalu Hatta sendiri yang memimpin delegasi.

Pada tahun 1926, dengan tujuan memperkenalkan nama "Indonesia", Hatta memimpin delegasi ke Kongres Demokrasi Intemasional untuk Perdamaian di Bierville, Prancis. Tanpa banyak oposisi, "Indonesia" secara resmi diakui oleh kongres. Nama "Indonesia" untuk menyebutkan wilayah Hindia Belanda ketika itu telah benar-benar dikenal kalangan organisasi-organisasi internasional.

Hatta dan pergerakan nasional Indonesia mendapat pengalaman penting di Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial, suatu kongres internasional yang diadakan di Brussels tanggal 10-15 Pebruari 1927. Di kongres ini Hatta berkenalan dengan pemimpin-pemimpin pergerakan buruh seperti G. Ledebour dan Edo Fimmen, serta tokoh-tokoh yang kemudian menjadi negarawan-negarawan di Asia dan Afrika seperti Jawaharlal Nehru (India), Hafiz Ramadhan Bey (Mesir), dan Senghor (Afrika). Persahabatan pribadinya dengan Nehru mulai dirintis sejak saat itu.

Pada tahun 1927 itu pula, Hatta dan Nehru diundang untuk memberikan ceramah bagi "Liga Wanita Internasional untuk Perdamaian dan Kebebasan" di Gland, Swiss. Judul ceramah Hatta L 'Indonesie et son Probleme de I' Independence (Indonesia dan Persoalan Kemerdekaan).

Bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul Madjid Djojoadiningrat, Hatta dipenjara selama lima setengah bulan. Pada tanggal 22 Maret 1928, mahkamah pengadilan di Den Haag membebaskan keempatnya dari segala tuduhan. Dalam sidang yang bersejarah itu, Hatta mengemukakan pidato pembelaan yang mengagumkan, yang kemudian diterbitkan sebagai brosur dengan nama "Indonesia Vrij", dan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai buku dengan judul Indonesia Merdeka.

Antara tahun 1930-1931, Hatta memusatkan diri kepada studinya serta penulisan karangan untuk majalah Daulat Ra‘jat dan kadang-kadang De Socialist. Ia merencanakan untuk mengakhiri studinya pada pertengahan tahun 1932.

Kembali ke Tanah Air
Pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di Jakarta. Antara akhir tahun 1932 dan 1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader politik pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Prinsip non-kooperasi selalu ditekankan kepada kader-kadernya.

Reaksi Hatta yang keras terhadap sikap Soekarno sehubungan dengan penahannya oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende, Flores, terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat, yang berjudul "Soekarno Ditahan" (10 Agustus 1933), "Tragedi Soekarno" (30 Nopember 1933), dan "Sikap Pemimpin" (10 Desember 1933).

Pada bulan Pebruari 1934, setelah Soekarno dibuang ke Ende, Pemerintah Kolonial Belanda mengalihkan perhatiannya kepada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia ditahan dan kemudian dibuang ke Boven Digoel. Seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dari kantor Jakarta adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Bondan. Dari kantor Bandung: Maskun Sumadiredja, Burhanuddin, Soeka, dan Murwoto. Sebelum ke Digoel, mereka dipenjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta. Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul “Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.

Masa Pembuangan
Pada bulan Januari 1935, Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah, Boven Digoel (Papua). Kepala pemerintahan di sana, Kapten van Langen, menawarkan dua pilihan: bekerja untuk pemerintahan kolonial dengan upah 40 sen sehari dengan harapan nanti akan dikirim pulang ke daerah asal, atau menjadi buangan dengan menerima bahan makanan in natura, dengan tiada harapan akan dipulangkan ke daerah asal. Hatta menjawab, bila dia mau bekerja untuk pemerintah kolonial waktu dia masih di Jakarta, pasti telah menjadi orang besar dengan gaji besar pula. Maka tak perlulah dia ke Tanah Merah untuk menjadi kuli dengan gaji 40 sen sehari.

Dalam pembuangan, Hatta secara teratur menulis artikel-artikel untuk surat kabar Pemandangan. Honorariumnya cukup untuk biaya hidup di Tanah Merah dan dia dapat pula membantu kawan-kawannya. Rumahnya di Digoel dipenuhi oleh buku-bukunya yang khusus dibawa dari Jakarta sebanyak 16 peti. Dengan demikian, Hatta mempunyai cukup banyak bahan untuk memberikan pelajaran kepada kawan-kawannya di pembuangan mengenai ilmu ekonomi, sejarah, dan filsafat. Kumpulan bahan-bahan pelajaran itu di kemudian hari dibukukan dengan judul-judul antara lain, "Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan" dan "Alam Pikiran Yunani." (empat jilid).

Pada bulan Desember 1935, Kapten Wiarda, pengganti van Langen, memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Sjahrir dipindah ke Bandaneira. Pada Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandaneira. Mereka bertemu Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Mr. Iwa Kusumasumantri. Di Bandaneira, Hatta dan Sjahrir dapat bergaul bebas dengan penduduk setempat dan memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, tatabuku, politik, dan lain-Iain.

Kembali Ke Jawa: Masa Pendudukan Jepang
Pada tanggal 3 Pebruari 1942, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Sukabumi. Pada tanggal 9 Maret 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang, dan pada tanggal 22 Maret 1942 Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang, Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat. Hatta mengatakan tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka, dan dia bertanya, apakah Jepang akan menjajah Indonesia? Kepala pemerintahan harian sementara, Mayor Jenderal Harada. menjawab bahwa Jepang tidak akan menjajah. Namun Hatta mengetahui, bahwa Kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri. Pengakuan Indonesia Merdeka oleh Jepang perlu bagi Hatta sebagai senjata terhadap Sekutu kelak. Bila Jepang yang fasis itu mau mengakui, apakah sekutu yang demokratis tidak akan mau? Karena itulah maka Jepang selalu didesaknya untuk memberi pengakuan tersebut, yang baru diperoleh pada bulan September 1944.

Selama masa pendudukan Jepang, Hatta tidak banyak bicara. Namun pidato yang diucapkan di Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Merdeka) pada tanggaI 8 Desember 1942 menggemparkan banyak kalangan. Ia mengatakan, “Indonesia terlepas dari penjajahan imperialisme Belanda. Dan oleh karena itu ia tak ingin menjadi jajahan kembali. Tua dan muda merasakan ini setajam-tajamnya. Bagi pemuda Indonesia, ia Iebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dalam lautan daripada mempunyainya sebagai jajahan orang kembali."

Proklamasi
Pada awal Agustus 1945, Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dengan Soekamo sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia, sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda (JI Imam Bonjol, sekarang), yang berakhir pada pukul 03.00 pagi keesokan harinya. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang, yaitu Soekamo, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang didiktekannya. Setelah pekerjaan itu selesai. mereka membawanya ke ruang tengah, tempat para anggota lainnya menanti.

Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja, Soekarno dan Mohammad Hatta. Semua yang hadir menyambut dengan bertepuk tangan riuh.
Tangal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, tepat pada jam 10.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta.

Tanggal 18 Agustus 1945, Ir Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Soekardjo Wijopranoto mengemukakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden harus merupakan satu dwitunggal.

Periode Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dari usaha Pemerintah Belanda yang ingin menjajah kembali. Pemerintah Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Dua kali perundingan dengan Belanda menghasilkan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Reville, tetapi selalu berakhir dengan kegagalan akibat kecurangan pihak Belanda.

Untuk mencari dukungan luar negeri, pada Juli I947, Bung Hatta pergi ke India menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi. dengan menyamar sebagai kopilot bernama Abdullah (Pilot pesawat adalah Biju Patnaik yang kemudian menjadi Menteri Baja India di masa Pemerintah Perdana Menteri Morarji Desai). Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan protes dan resolusi kepada PBB agar Belanda dihukum.

Kesukaran dan ancaman yang dihadapi silih berganti. September 1948 PKI melakukan pemberontakan. 19 Desember 1948, Belanda kembali melancarkan agresi kedua. Presiden dan Wapres ditawan dan diasingkan ke Bangka. Namun perjuangan Rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan terus berkobar di mana-mana. Panglima Besar Soediman melanjutkan memimpin perjuangan bersenjata.

Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag, Bung Hatta yang mengetuai Delegasi Indonesia dalam Konperensi Meja Bundar untuk menerima pengakuan kedaulatan Indonesia dari Ratu Juliana.

Bung Hatta juga menjadi Perdana Menteri waktu Negara Republik Indonesia Serikat berdiri. Selanjutnya setelah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bung Hatta kembali menjadi Wakil Presiden.

Periode Tahun 1950-1956
Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).

Pada tahun 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk, ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Niatnya untuk mengundurkan diri itu diberitahukannya melalui sepucuk surat kepada ketua Perlemen, Mr. Sartono. Tembusan surat dikirimkan kepada Presiden Soekarno. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden, Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956 ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya, tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya.

Pada tangal 27 Nopember 1956, ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Pada kesempatan itu, Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”.

Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”.

Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu.

Dalam masa pemerintahan Orde Baru, Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus.

Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Yang pertama dengan Dr. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya, yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek.

Pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto menyampaikan kepada Bung Hatta anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara.
Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

Kamis, 12 Desember 2013

Contoh RPP Dan Silabus SD Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang akan menjadi pedoman dalam melakukan pembelajaran di kelas. Kurikulum Pendidikan 2013 ini dalam penerapanya menggunkan metode pembelajaran tematik yang mengambil pokok bahasan pelajaran berdasarkan tema dengan menggabungkan beberapa pelajaran menjadi satu.

Untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran / RPP 2013 dibutuhkan silabus sebagai pedoman dalam penyusunan materi yang akan di ajarkan. Berikut ini saya share bagi anda yang ingin Mendownload Silabus Kurikulum 2013 MI / SD :

Download Silabus Kurikulum 2013

Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 1


Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 2

Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 3
Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 4
Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 5
Download Silabus Kurikulum 2013 Kelas 6


Semoga bermanfaat Untuk semua

Silabus Kelas 2 MI /SD Kurikulum 2013




TEMA: HIDUP RUKUN




KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

PPKn
·     Menghargai keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis, hobby) sebagai anugerah Tuhan. (KI. 1-KD 1)



·     Menunjukkan sikap kebersamaan  dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan (KI 1-KD2)

·  Menyebutkan sikap menghargai keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis, hobby) di rumah (1)
·  Menyebutkan sikap menghargai keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis, hobby) di sekolah. (2)


·  Menjelaskansikap kebersamaan dalam keberagaman di rumah. (3)
·  Menjelaskan beberapa suku  teman-teman yang ada dalam kelasnya. (4)

Pada Tema ini pembelajaran dilaksanakan 4 minggu


Minggu  Pertama
·         Memulai belajar dengan berdoa (7)
·         Mengulangi kembali secara bersama-sama lafal doa yang dibaca (9)
·         Peserta didik menyanyikan lagu “Satu nusa satu bangsa”(80)
·         Melalui pengamatan gambar peserta didik  menunjukan perbedaan kesukaan, hobi, fisik, agama, dan psikis (1)
·         Peserta didik saling bertanya tentang kegemaran (2)
·         Peserta didik di dalam kelompok secara bergiliran  menyampaikan pikirannya terkait dengan kesukaan/hobi beserta alasananya (3)
·         Peserta didik  secara bersama-sama bernyanyi lagu “lihat kebunku” (87)
·         Di dalam kelompok peserta didik secara berkelompok mengamati lingkungan sekolah kemudian mencatat nama tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar(33)
·         Peserta didik melaporkan hasil pengamatan  serta menerangkan kebutuhan hewan dan tumbuhan(34)
·         Di dalam kelompok peserta didik membuat daftar kebutuhan siswa sehari-hari, kemudian peserta didik menempelkan hasil kelompoknya pada kertas karton, peserta didik saling menilai hasil kerja kelompok(55)
·         Peserta didik secara bersama-sama  melakukan gerakan pisik dengan permainan yang menyenangkan, seperti ketika guru menyebut rukun seluruh peserta didik jongkok, ketika guru menyebut hidup peserta didik berdiri sambil melompat(104)
·         Peserta didik mempraktekan cara membaca dengan posisi duduk yang benar, memegang teks bacaan yang tepat, membalikan halaman buku dengan benar(45, 47,48))
·         Mempraktekan lafal sapaan, ucapan terima kasih, dan maaf kepada teman melalui demontrasi di depan kelas(13, 14)
·         Melalui permainan pesan berantai peserta didik  menyebutkan kebutuhan makan/minuman yang dibeli di sekolah(56)
·         Melalalui permainan penjual dan pembeli peserta didik dapat menghitung uang yang dibutuhkan untuk membeli suatu makanan/minuman(67)
·         Peserta didik berlari secara bergantian memindah makanan dan  alat tulis(103)
·         Di dalam kelompok peserta didik diskusi akibat dari tidak merawat benda-benda yang dimilki(57)
·         Di dalam kelompok peserta didik berdiskusi tentang keadaan alam keadaan cahaya/suhu pada waktu, serta menyebutkan aktivitas siang dan malam kemudian menempek pada kertas karton (41)
·         Peerta didik secara kelompok menilai hasil kerja kelompok melalui belajar sambil berjalan(102)
·         Peserta didik secara individu dan kelompok  menyanyi lagu anak yang berhubungan dengan hidup rukun diiringi dengan gerakan yang ekspresip(86)
·         Peserta didik memahami perbedaan keingin antara adik, kakak, ayah, dan ibu tetapi selalu bersama dalam kebaikan(3)
·         Peserta didik dalam kelompok saling bertanya tentang asal daerah, dan suku nya dan menerangkan suku dari teman sekelompok yang berbeda-beda(1)
·         Peserta didik  menuliskan pesan yang terkandung dalam syair lagu tersebut(85)
·         Peserta didik menuliskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di dalam kelas dan menempelnya di kertas karton(20)
·         Peserta didik membedakan pernyataan pemberitahuan dan larangan melalui penyajian kalimat/pernyataan pendek atau dalam bentuk permainan seperti peserta didik dibagi kalimat dengan acak, kemudian guru memerintahkan yang mendapat kalimat pemberitahuan berkumpul di sebelah kiri kelas dan yang mendapat kalimat larangan berkumpul di sebelah kanan kelas dalam suasana yang tertib dan rapih(21)

Penilaian
1.        Tertulis
2.        Lisan
3.        Unjuk kerja
4.        portofolio


Pembelajaran Minggu kedua
·      Memulai belajar dengan berdoa secara bersama-sama dengan khusuk
·      Bernyanyi bersama tentang lagu “Soleram”
·      Peserta didik mengungkapkan perasaan senang kepada teman, guru, dan orang tua di dalam kelompok dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar
·      Peserta didik menyanyikan lagu berirama tiga dan pola variasi pola irama rata dengan menggunakan alat music ritmis seperti lagu “Bang bing bung”
·      Peserta didik mempraktekan cara hidup hemat melalui menabung sisa dari uang jajan di sekolah
·      Peserta didik bercerita tentang pengalaman beramal yang pernah dilakukan baik kepada sesama teman, maupun kepada orang lain
·      Peserta didik melakukan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan kelas
·      Peserta didik menjelaskan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
·      Mempraktikan kegiatan sebelum dan sesusdah aktivitas fisik
·      Di dalam kelompok peserta didik berdiskusi tentang cara menyayangi tumbuhan dan hewan
·      Peserta didik mempraktekan sikap menyayangi tumbuhan melalui kegiatan menyiram, memetik daun yamg kering,  dan memberi pupuk secara rutin
·      Mempraktekan cara member makan hewan yang ada di sekitar sekolah dan membersihkan hewan piaraan
·      Peserta didik berdiskusi manfaat dari beramal dan menempel hasil diskusi pada kertas karton
·      Peserta didik mengumpulkan uang amal dan menghitung jumlah uang hasil amal
·      Peserta didik mengamati benda bahan alam yang dapat dijadikan hasil karya seperti daun singkong bisa dibuat untuk karya menempel
·      Peserta didik saling bertanya tentang sesuatu kepada orang lain seperti bertanya tentang cara menempel
·      Peserta didik mencatat jawaban atau penjelasan dari orang lain
·      Peserta didik mempraktekan pernyataan penolakan
·      Peseta didik mendengarkan tek tentang hidup rukun
·      Peserta didik mencatat hal-hal yang menarik dalam teks
·      Peserta didik membuat pertanyaan sesuai dengan isi teks
·      Peserta didik mengelompokan bahan-bahan alam yang dapat dimanfaatkan unuk hasil karya dengan mengisi tabel yang disediakan

Penilaian
1.        Tertulis
2.        Lisan
3.        Unjuk kerja
4.        portofolio


Bahasa Indonesia
·     Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa (KI 1-KD1)



·     Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.(KI 1-KD2)


·     Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya (KI 1-KD3)


·     Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya (KI 2-KD1)


·     Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu (KI 2-KD2)




·     Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari (Ki2-KD4)







·     Mendengarkan  pesan pendek,  larangan, permintaan, penolakan, teks pendek, lagu anak-anak dan memberikan tanggapan yang sesuai (KI 3-KD1)













·     Bercerita tentang pengalaman yang mengesankan (KI 4-KD1)


·     Menceritakan kegiatan sehari-hari yang menerapkan pola hidup hemat energi


·     Berbicara spontan tentang diri sendiri dan keluarga (KI 4-KD3)







·     Memelihara hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar dan menceritakan pengalamannya















·     Menyampaikan informasi (jadwal upacara, piket kelas, kerjabakti, dsb.) kepada teman, anggota keluarga (KI 4-KD5)



·     Mengamati keadaan dan kenampakan alam, aktivitas makhluk hidup (pada waktu siang dan malam hari) dan menanggapinya secara lisan dengan kalimat [(Seandainya saya _____, saya akan _______.”) berdasarkan hasil pengamatan)]









·     Menulis kalimat sederhana berdasarkan gambar dengan menggunakan huruf lepas dan tegak bersambung dan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik (KI 4 –KD7)



·     Menerapkan cara membaca (permulaan) dengan cara yang benar (cara duduk, jarak mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, memilih tempat dengan cahaya yang  terang) (KI 4-KD8)


·     Menerapkan cara menulis (permulaan)dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI 4-KD9)
·     Mulai terlihat senang menggunakan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikirannya kepada teman, guru, orang tua, dan anggota keluarga (5)
·     Mulai terlihat senang menggunakan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan perasaannya kepada teman, guru, dan orang tua (6)

·      Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa (7)
·      Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri (8)
·      Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri (9)



·      Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas(10)
·      Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai (11)




·      Mengucapkan sapaan yang sesuai(12)
·      Mengucapkan terima kasih secara tepat (13)
·      Mengucapkan maaf secara tepat (14)



·      Menanya sesuatu kepada orang lain (15)
·      Mendengarkan penjelasan (16)




·      Menyanyangi tumbuhan (menyiram tumbuhan, tidak menginjak rumput, tidak memetik bunga di taman, dsb) (17)
·      Memberi makan dan membersihkan hewan piaraan serta tidak menyakiti. (18)






·      Menyebutkan hal-hal yang dikandung dalam pesan pendek (19)
·      Menyebutkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan (20)
·       Membedakan pernyataan pemberitahuan dan pernyataan larangan(21)
·       Mengucapkan kembali pernyataan penolakan(22)
·       Menyebutkan kembali hal-hal yang menarik dalam teks(23)
·       Mengajukan pertanyaan berdasarkan teks yang diperdengarkan(24)
·       Menyebutkan hal-hal menarik yang terdapat dalam syair lagu(25)
·       Mengajukan pertanyaan berdasarkan isi syair lagu(26)

·       Mencertaikan pengalaman yang menyenangkan(27)
·       Menceritakan pengalam yang tidak menyenangkan(28)
    Mengemukakan hal-hal yang diminta secara runut(29)







    Mengemukakan kejadian yang dialami secara lancar(30)
    Melafalkan kata dengan artikulasi yang jelas (31)
    Berbicara dengan suara dengan volume suara yang enak didengar(32)

·        Menyebutkan nama tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar (33)
·        Menceritakan kebutuhan tumbuhan dan hewan, misalnya makanan dan air(34)
·        Menyiram atau memupuk tumbuhan (35)
·        Memberi makan hewan peliharaan(36)
·        Menceritakan akibat bila tumbuhan tidak disiram dalam waktu lama(37)
·        Menceritakan akibat bila hewan tidak diberi makan dalam waktu lama(38)
·        Menggambar tumbuhan atau hewan(39)





·        Membedakan keadaan alam (cahaya dan suhu) pada waktu siang dan malam hari (40)
·        Menceritakan aktifitas siswa pada siang waktu dan malam hari(41)
·        Membedakan aktifitas makhluk hidup pada waktu siang dan malam hari. (42)
·            Menyebutkan nama-nama kenampakan alam seperti gunung, sungai, pantai, teluk, sawah, hutan yang ada di lingkungan tempat tinggla dan sekolah(43)
·            Bercerita tentang kelestarian alam yang berada di lingkungan tempat tinggal dan sekolah(44)



    Berposisi duduk secara benar(45)
    Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar(46)
    Memegang teks bacaan dengan tepat(47)
    Membalik halaman buku dengan benar(48)
    Memilih tempat membaca dengan cahaya yang terang(49)

    Berposisi duduk secara benar(50)
    Meletakkan buku dengan jarak mata yang benar(51)
    Memegang pensil dengan tepat(52)
    Membalik halaman buku dengan benar(53)
    Memilih tempat membaca dengan cahaya yang terang(54)


Matematika
·     Mengelola penggunaan uang saku untuk kepentingan konsumsi, menabung dan beramal.(Ki2-KD2)





























·     Mengenal dan menukar nilai antar pecahan  uang (KI 3-KD3)



















·     Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif dari masalah yang berkaitan dengan penjumlahan,pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang, berat benda dan uang terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain  serta memeriksa kebenarannya (KI4-KD2)


·       Menyebutkan dan menuliskan daftar kebutuhan siswa sehari-hari seperti menu makan dan minum, alat bermain yang dimiliki ke bentuk tabel(55)
·       Menyebutkan atau menjelaskan serta mempraktekkan kebutuhan menu makan, minum dan alat bermain yang tidak konsumtif dan hemat di sekolah dan di rumah(56)
·       Menjelaskan akibat tidak habisnya makanan atau minuman yang tersisa, alat tulis atau alat bermain yang tidak terawat(57)
·        Menghitung jumlah uang yang terbuang dari makanan atau minuman yang tidak habis dikonsumsi (58)
·       Bertindak hemat dalam mengelola uang melalui menabung atau cara lainnya(59)
·       Menjelaskan atau menceritakan pengalaman beramal yang pernah dilakukan(60)
·       Menceritakan manfaat beramal bagi diri sendiri dan orang lain(61)
·       Menghitung jumlah uang terkumpul dari kegiatan amal yang diselenggarakan oleh kelas(62)


·       Menjelaskan ciri-ciri pecahan uang yang digunakan sehari-hari(63)
·       Menaksir harga barang yang digunakan sehari-hari(64)
·       Menukar berbagai nilai pecahan uang dengan sejumlah uang pecahan lainnya(65)
·       Menjelaskan berbagai pilihan barang-barang untuk dibeli dengan sejumlah uang yang tersedia(66)
·       Menjelaskan alasan memilih barang-barang untuk dibeli dengan sejumlah uang yang tersedia(67)
·       Menentukan kembalian uang dari praktek permainan jual-beli barang dengan berbagai cara(68)


§  Menceritakan kembali masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang(69)
§  Menggambarkan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang(70)
§  Menulis model/kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang(71)
§  Menentukan penyelesaian dari kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda, jarak suatu tempat, berat benda, atau penggunaan uang(72)




Pembelajaran Minggu Ketiga
·      Memulai pembelajaran berdoa dengan penuh kekhusuan
·      Peserta didik dimotivasi dengan yel-yel semangat
·      Peserta didik secara individu menyampaikan pengalaman yang menyenangkan sesuai dengan gambar
·      Peserta didik secara individu menyampaikan pengalaman yang tidak menyenangkan sesuai dengan gambar
·      Peserta didik mengamati mata uang logam Rp 25, Rp 50, Rp 100, Rp 200 maupun kertas Rp 500, dan Rp 1.000 kemudian berdiskusi tentang ciri-ciri
·      Peserta didik di dalam kelompok menghitung dan menaksir harga barang-barang yang disediakan
·      Menuliskan informasi tentang jadwal pelajaran, upacara, dan piket yang diberikan oleh guru dan menyampaikan kepada teman, dan kedua orang tua
·      Peserta didik berdiskusi tentang nama-nama kenampakan alam yang ada di lingkungan sekitar sekolah dibantu dengan media gambar
·      Peserta didik menjelaskan kelestarian alam yang ada di lingkungan tempat tinggal dan sekitar sekitar sekolah
·      Peserta didik mempraktekan cara menulis  dengan posisi duduk yang benar, memegang pensil yang tepat, membalikan halaman buku dengan benar
·      Peserta didik dalam kelompok mengamati benda-benda yang ada di kelompok masing-masing dan memilih benda yang akan dibeli sesuai dengan uang yang tersedia
·      Peserta didik menyampaikan alasan mengapa memilih benda tersebut untuk dibeli dan peserta didik mempraktekan mengembalikan uang kembalian dengan tepat
·      Peserta didik secara bersama-sama mempraktekan gerak dasar lokomotor yang dilandasi gerak  dalam berbagai bentuk permainan sederhana atau tradisional
·      Peserta didik secara bersama-sama mempraktekan gerak dasar manipulative yang dilandasi gerak  dalam berbagai bentuk permainan sederhana atau tradisional
·      Peserta didik di dalam kelompok mempraktekan jual beli dan peserta didik melakukan kegiatan mengembalikan uang kembalian dengan tepat
·      Peserta didik secara bersama-sama menyanyikan lagu anak dengan pola irama yang bervariasi
·      Peserta didik menjelaskan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian


Penilaian
1.        Tertulis
2.        Lisan
3.        Unjuk kerja
4.        portofolio










Senu Budaya Prakarya
·   Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari (KI-2,KD-1)



·   Mengenal tanggung jawab dan peduli terhadap alam lingkungan sekitar melalui berkarya (KI-2,KD-4)


·   Mengenal pola irama lagu bertanda birama tiga, pola bervariasi dan pola irama rata dengan alat musik ritmis  (KI-3,KD-2)






·   Membedakan aneka jenis benda bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai karya kreatif dan olahan makanan (KI-3,KD-4)



·   Menyanyikan lagu anak-anak sederhana dengan pola irama yang bervariasi (KI-4,KD-5)








·   Membuat karya kreatif dengan mengolah bahan buatan  lingkungan rumah melalui kegiatan bermain lipat, gunting, dan tempel (KI-4,KD-14)





·   Menunjukkan sikap percaya diri dalam mengekspresikan karya(73)
·   Memperlihatkan sikap tanggung jawab terhadap pemanfaatan benda di alam sekitar(74)

·   Memprakarsai sikap peduli terhadap lingkungan sekitar dengan merapikan setelah bekerja(75)




·   Menyebutkan pola irama lagu bertanda birama tiga(76)
·   Menyebutkan pola bervariasi(77)
·   Menyebutkan pola irama rata(78)
·   Membedakan pola irama lagu bertanda birama tiga, pola bervariasi dan pola irama rata (79)
·   Menyebutkan alat-alat musik ritmis sederhana
·   Mengenal judul lagu dan iringannya (80)




·   Menunjukkan aneka bahan di lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai karya kreatif boneka(81)
·   Mengumpulkan bahan yang terdapat di lingkungan untuk membuat boneka (82)




·   Menyanyi dengan tepuk irama(83)
·   Menyanyi dengan tepuk birama(84)
·   Menyanyikan lagu sesuai dengan syair dan makna(85)
·   Membaca syair lagu dengan ucapan yang jelas(86)
·   Menyanyi lagu sesuai dengan frasering(87)

·   Merancang karya kreatif boneka yang dihasilkan dari bahan di lingkungan sekitar(88)
·   Memotong pola dari bahan di lingkungan sekitar untuk dibentuk menjadi boneka sesuai rancangan(89)
·   Menyusun pola menjadi karya kreatif boneka(90)
·   Menilai karya boneka diri sendiri dan orang lain(91)
Pembelajaran Minggu Keempat
·      Peserta didik memulai pembelajaran dengan berdoa penuh kekhusuan
·      Peserta didik secara bersama-sama mengikuti yel-yel semangat
·      Peserta didik dalam kelompok bercerita tentang sikap hidup hemat energy dibantu dengan media gambar
·      Peserta didik mencatat contoh sikap hemat energy
·      Peserta didik mempraktekan sikap hemat energy dalam kelas dan dalam kehidupan sehari-hari
·      Peserta didik menceritakan  sikap dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan sikap hidup hemat energy secara runut
·      Peserta didik menuliskan kalimat yang berhubungan denga hemat energy dengan tulisan tegak bersambung
·      Peserta didik menjelaskan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
·      Peserta didik berdasarkan cerita Menggambarkan masalah yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan
·      Peserta didik berdasarkan cerita menuliskan kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
·      Peserta didik berdasarkan cerita menyelesaikan  kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
·      Peserta didik peserta didik membuat hasil karya dengan mengolah bahan buatan di lingkungan rumah melalui kegiatan bermain lipat, gunting, tempel
·      Peserta didik menjelaskan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Perkalian dan pembagian
·      Peserta didik berdasarkan cerita Menggambarkan masalah yang berhubungan dengan perkalian dan pembagian
·      Peserta didik berdasarkan cerita menuliskan kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian
·      Peserta didik berdasarkan cerita menyelesaikan  kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian
·      Peserta didik melakukan kegiatan berlari dan melakukan gerakan melayang seperti burung, gerak mendarat, gerak berpindah, ayunan, putaran, dan tolakan
·      Peserta didik secara individu menyampaikan kegiatan sehari-hari secara runut
·      Peserta didik dalam kelompok mengemukakan kejadian yang dialami secara lancar  dengan artikulasi yang jelas, dan volume yang enak didengar
·      Peserta didik menjelaskan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan waktu, panjang benda, jarak suatu benda, berat benda, dan penggunaan uang
·      Peserta didik berdasarkan cerita Menggambarkan masalah yang berhubungan dengan waktu, panjang benda, jarak suatu benda, berat benda, dan penggunaan uang
·      Peserta didik berdasarkan cerita menuliskan kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan waktu, panjang benda, jarak suatu benda, berat benda, dan penggunaan uang
·      Peserta didik berdasarkan cerita menyelesaikan  kalimat matematika dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan waktu, panjang benda, jarak suatu benda, berat benda, dan penggunaan uang

Penilaian
1.        Tertulis
2.        Lisan
3.        Unjuk kerja
4.        portofolio



Penjas  Orkes
·     Menghargai tubuh sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai (KI 1-KD 1)
·     Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan yang menyenangkan.( KI 2 KD 1)
·     Menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan yang menyenangkan (KI 2 – KD 2)
·     Memiliki perilaku hidup sehat (KI 2-KD3)


·     Memahami  dan mempraktikkan cara menjaga kebersihan kelas (seperti; piket membersihkan lingkungan kelas, papan tulis)  dan lingkungan sekolah (halaman sekolah) (KI 3 –KD3)


·     Mengetahui apa yang dilakukan dan dihindari sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik









·     Mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak  dalam  berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional (KI 4-KD 1)


·     Mempraktikkan variasi pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.(KI 4 –KD3)

·     Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk pengembangan  kecepatan, kelenturan  melalui permainan sederhana (KI 4-KD4)
·     Mempraktikkan  variasi pola gerak dominan dalam senam (mendarat, gerak  berpindah, ayunan, putaran, tolakan, layangan dan ketinggian)(KI  4-KD6)

·     Menyebutkan alat-alat kebersihan yang digunakan untuk membersihkan kelas(92)
·    Mengidentifikasi jenis sampah yang ada di halaman sekolah(93)
·    Membuat daftar piket kelas(94)



·     Menyebutkan apa yang perlu dilakukan sebelum Mempraktikkan aktivitas fisik(95)
·    Menyebutkan apa yang dihindarkan sebelum Mempraktikkan aktivitas fisik(96)
·    Menyebutkan apa yang dihindarkan setelah Mempraktikkan aktivitas fisik(97)

·    Mempraktikkan variasi gerak mengayun(98)
·    Mempraktikkan variasi gerak menarik(99)
·    Mempraktikkan variasi gerak memutar(100)
·    Mempraktikkan variasi gerak menekuk(101)
·    Mempraktikkan variasi gerak berjalan(102)
·    Mempraktikkan variasi gerak berlari(103)
·    Mempraktikan variasi gerak melompat(104)
·    Mempraktikkan variasi gerak mengayun(105)
·    Mempraktikkan variasi gerak menarik(106)
·    Mempraktikkan variasi gerak memutar(107)
·    Mempraktikkan variasi gerak menekuk(108)

























































·    Mempraktikkan variasi gerak melempar
·    Mempraktikkan variasi gerak menangkap
Mempraktikan variasi gerak menendang



ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR


35 menit X 30 JP X 4 Minggu



35 menit X 30 JP














































































































35 menit X 30 JP









































































·      Buku sumber/tambahan
·      Diri Anak
·      Teks doa
·      Teks lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”
·      Lingkungan
·      Media Gambar berhubungan kesukaan , hobi, fisik, agama, dan psikis
·      Gambar untuk mewarnai
·      Lingkungan sekitar sekolah
·      Tabel daftar kebutuhan sehari-hari
·      Gambar tentang posisi membaca yang baik dan benar
·      Kalimat sapaan, terima kasih, maaf
·       Uang dan makanan minuman
·       Kertas Karton
·      Kalimat pemberitahuan dan larangan
·       Rubrik penilaian
















































































·      Buku sumber/tambahan
·      Diri Anak
·      Teks doa
·      Teks lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”
·      Lingkungan
·      Media Gambar berhubungan kesukaan , hobi, fisik, agama, dan psikis
·      Gambar untuk mewarnai
·      Lingkungan sekitar sekolah
·      Tabel daftar kebutuhan sehari-hari
·      Gambar tentang posisi membaca yang baik dan benar
·      Kalimat sapaan, terima kasih, maaf
·       Uang dan makanan minuman
·       Kertas Karton
·      Kalimat pemberitahuan dan larangan
·       Rubrik penilaian