Selamat Datang Di Kampus Ceria.. MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH KAYUTREJO " Mandiri Santun Cerdas " (Mimka MSc) Status Terakreditasi ~ Terimalah Salam Kami Asalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh, Mimka Selalu ada yang baru. "Silaturrohmi Alumni, Menjalin Ukhuwah Dunia Akhirat; Mempersiapkan Siswa - Siswi Madrasah yang Mandiri, Santun dan Cerdas

Jumat, 13 April 2012

Sistem Pemanas Ngengat di Musim Dingin


Tatkala musim dingin tiba, banyak jenis serangga yang mendiami wilayah-wilayah dingin di bumi mati kedinginan atau kekurangan makanan. Ini karena serangga adalah makhluk-makhluk yang kecil dan lemah. Namun, ada pengecualiannya. Misalnya, ngengat burung hantu yang mirip kupu-kupu dan sekilas tampak sangat lemah. Padahal, mereka cukup kuat untuk bertahan hidup dalam kondisi musim dingin. Karena itu, ngengat-ngengat ini disebut juga “ngengat musim dingin.”

Seperti kupu-kupu, ngengat musim dingin juga memiliki dua sayap dan badan yang menghubungkan kedua sayap. Agar bisa terbang, suhu rongga dada tempat sayapnya terpancang harus berkisar pada 30oC (86oF). Namun, suhu tempat mereka hidup biasanya adalah 0oC (32o F), dan turun hingga di bawah minus derajat dari waktu ke waktu. Lantas, bagaimana ngengat musim dingin dapat bertahan hidup dalam cuaca sedingin itu? Apa yang mencegah mereka membeku ketika sedang tidak bergerak? Apa pula yang memungkinkan mereka terbang dalam cuaca dingin?
Jenis ngengat ini diciptakan bersama sistem pemanasan istimewa yang memungkinkannya hidup dalam kondisi musim dingin. Sistem ini terdiri dari beberapa alat tubuh pelengkap. Sebelum terbang, ngengat musim dingin terus-menerus menegangkan otot utamanya yang berhubungan dengan sayap dan menggetarkan sayapnya. Getaran cepat sayap meningkatkan suhu rongga dada serangga. Berkat peningkatan ini, suhu rongga dada meningkat dari 0o C (32o F) menjadi 30oC (86oF) atau bahkan lebih. Akan tetapi, ini hanyalah satu di antara berbagai cara yang dibutuhkan ngengat agar dapat bertahan hidup. Untuk terbang, ngengat musim dingin tidak cukup hanya meningkatkan suhu tubuhnya. Beda antara suhu tubuh serangga dan suhu udara akan menghilangkan panas.
Seperti halnya segelas teh panas yang mendingin setelah beberapa saat, tubuh ngengat juga akan mendingin. Karenanya, tidak akan membantu meskipun ngengat terus-menerus mengepakkan sayapnya. Untuk terbang dan bertahan hidup, dibutuhkan cara lain guna mempertahankan panas yang telah dihasilkan. Kebutuhan ini dipenuhi oleh bentuk tubuh istimewa yang diciptakan Allah dalam tubuh ngengat. Ngengat dilapisi oleh sisik-sisik rapat yang mengurangi hilangnya panas. Setelah melakukan penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa seekor ngengat, tanpa sisik-sisik ini, akan mendingin dua kali lebih cepat dibandingkan ngengat yang dilengkapi sisik. Ada beberapa mekanisme tubuh ngengat musim dingin untuk melindunginya dari cuaca dingin.

Keistimewaan yang dijelaskan di atas mestinya sudah ada sejak jenis ngengat muncul di dunia. Kalau tidak, ngengat akan mati karena dingin, dan jenis ini pun akan punah. Kita tidak perlu berpikir mendalam untuk memahami bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan—hanya jenis-jenis ngengat yang mendiami wilayah dinginlah yang memiliki keistimewaan semacam ini yang membedakannya dari ngengat-ngengat lainnya. Dengan semua kemampuan untuk membuat makhluk-makhluk ini bertahan hidup dalam cuaca dingin, Allah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita. Ini difirmankan dalam sebuah ayat yang mengungkapkan bahwa Allah mengetahui tempat hidup semua makhluk:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS Huud: 6).
Keistimewaan makhluk hidup ini membuat kita mampu memahami kekuasaan dan keindahan cita seni Allah, dan meningkatkan keimanan dan kecintaan kita terhadap Allah. Menyampaikan informasi menakjubkan yang kalian baca kepada orang lain juga merupakan cara untuk meningkatkan keimanan mereka kepada Allah.

Burung2 Kecil yang Terampil


Kalian pasti sudah pernah melihat sarang burung yang dibangun di atas pohon atau di atas puncak bangunan, dan terkadang di sudut sebuah jendela menara. Ini baru sarang dari beberapa jenis burung yang sudah kalian ketahui.
Begitu banyak jenis burung yang ada di dunia ini dan mereka membangun jenis sarang yang berbeda yang harus dipikirkan dengan seksama. Tanpa pertimbangan macam-macam, burung membangun sarang mereka sehingga mereka bisa menyatu dengan lingkungan alamnya. Mari kita perhatikan burung-burung di pantai. Burung-burung ini membangun sarang mereka di permukaan air, dan sarang itu tidak tenggelam. Bahan-bahan yang digunakan dan bentuk sarang dirancang secara khusus.

Sehingga, kalau pun permukaan air naik, sarang maupun anak-anak burung tidak akan terganggu. Burung-burung ini memiliki kemampuan bawaan dari lahir untuk membangun sarang mereka dan tidak perlu dilatih. Tidak mungkin selama ini mereka telah mempelajari tugas semacam itu. Jika mereka melakukannya dengan cara coba-coba, sarang itu akan tenggelam begitu permukaan air naik. Akan tetapi, hal itu tidak pernah terjadi karena seluruh burung pantai membangun sarang dengan cara yang sama sejak hari pertama kemunculannya di dunia. Beberapa burung yang hidup di rawa-rawa membangun dinding-dinding sarang yang tinggi sehingga telur-telur mereka tidak jatuh karena angin. Bagaimana burung ini, yang dengan hati-hati melindungi telurnya, mengetahui risiko jatuhnya telur mereka dan pecah? Di sini kita dapat melihat “bijaksananya” burung dalam melakukan tindakan pencegahan hal itu.
Jenis burung lain yang tinggal di daerah gurun membangun sarangnya di antara semak-semak, bukan di atas tanah. Alasan mengapa mereka melakukan hal itu adalah karena perbedaan suhu: suhu di antara semak-semak sepuluh derajat lebih rendah dibandingkan suhu di atas tanah. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui beda suhu antara dataran dan semak-semak, dan bahwa ada perbedaan di antara keduanya. Tetapi burung-burung ini mengetahui dan melindungi diri serta anak-anak mereka dari panas menyengat dengan membangun sarang mereka di tempat yang paling sejuk.
Pernahkah kalian membayangkan bagaimana burung-burung, yang menurut kita tidak berakal dan kurang cerdas dapat memikirkan perincian yang begitu rumit? Tingkah laku burung-burung ini bisa dibandingkan dengan para insinyur yang selama bertahun-tahun belajar dan berlatih di bidang mereka. Ketika membangun sebuah rumah, para insinyur mempertimbangkan perincian seperti kekuatan bangunan, bahan-bahan yang digunakan dan lokasinya; setelah itu baru pembangunan dapat dimulai. Seperti yang telah kalian lihat pada contoh-contoh di atas, burung juga membangun sarang mereka menurut sebuah perencanaan. Namun, mereka tidak memerlukan peralatan pembangunan atau pendidikan. Mereka bertindak berdasarkan ilham Allah dan mengerjakan tugas-tugas mereka dengan mudah. Burung-burung ini dan apa yang mereka kerjakan merupakan bukti penciptaan Allah yang begitu sempurna. Pastilah Allah, Yang Maha Tahu, yang telah mengilhami mereka untuk melakukan semuanya.
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala
yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha
Kaya lagi Maha Terpuji
(QS Al-Hajj: 64)