Selamat Datang Di Kampus Ceria.. MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH KAYUTREJO " Mandiri Santun Cerdas " (Mimka MSc) Status Terakreditasi ~ Terimalah Salam Kami Asalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh, Mimka Selalu ada yang baru. "Silaturrohmi Alumni, Menjalin Ukhuwah Dunia Akhirat; Mempersiapkan Siswa - Siswi Madrasah yang Mandiri, Santun dan Cerdas

Kamis, 23 Juli 2026

Juara Dunia, Spanyol Bangkitkan Kenangan Kejayaan Islam di Andalusia (Prespektif Peradaban)

 


Akhirnya diketahui sudah sang juara piala dunia 2026, kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 pada final Piala Dunia 2026 tak hanya mengantarkan La Furia Roja kembali ke takhta tertinggi sepak bola dunia. Keberhasilan itu juga mengingatkan pada sejarah panjang Semenanjung Iberia yang pernah menjadi pusat peradaban Islam selama hampir delapan abad.

Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia, wilayah yang kini bernama Spanyol merupakan bagian dari Andalusia, kawasan yang berada di bawah pemerintahan Islam sejak 711 Masehi.

Mengenal Fatima, Nenek yang Menjadi Inspirasi Hebat Lamine Yamal FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Sejumlah Pemain Argentina Terancam Larangan Tanding Usai Dideportasi RI ke Siprus, Aktivis Palestina Abdel Karim Miqdad Terancam Diekstradisi ke Israel

Dari tanah inilah lahir berbagai kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, kedokteran, filsafat, astronomi, hingga arsitektur yang memberi pengaruh besar terhadap kebangkitan Eropa.

Sejarah penaklukan Andalusia bermula pada Ramadhan 92 Hijriah atau 711 Masehi. Panglima Muslim Thariq bin Ziyad memimpin pasukan menyeberangi Selat Gibraltar dari Afrika Utara menuju Semenanjung Iberia pada masa Kekhalifahan Umayyah di bawah Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik.

Setelah mendarat di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Jabal Thariq atau Gibraltar, pasukan Muslim menghadapi tentara Kerajaan Visigoth yang dipimpin Raja Roderick. Rezim Roderick menjadi representasi penguasa yang zalim. Karena itu, rakyatnya pun menantikan sosok penolong yang dapat membebaskan mereka dari ketertindasan.

Dalam berbagai catatan sejarah, pertempuran ini juga berawal dari Kerajaan Visigoth yang dipimpin Raja Roderick tengah mengalami konflik internal. Penguasa Ceuta, Julian, lalu meminta bantuan kepada kaum Muslim untuk menghadapi Roderick.

Pada awal Juli 711 M, pihak Umayyah dengan dipimpin Musa bin Nusair lalu mengirimkan pasukan tempur berkekuatan 7.000 tentara Berber. Di lapangan, mereka dikomandani Thariq bin Ziyad. Adapun 5.000 tentara lain menyusul kemudian.

Peta wilayah kekuasaan Bani Nashr, pemuka Taifa Granada abad ke-13 hingga 15. Granada adalah daulah Islam terakhir di Andalusia (Spanyol kini).

Sejarah mencatat, kejayaan Islam di Andalusia mencapai puncaknya pada masa Kekhalifahan Cordoba yang didirikan Abdurrahman III pada abad ke-10. Saat itu Cordoba dikenal sebagai salah satu kota terbesar dan paling makmur di Eropa.

Namun, masa keemasan tersebut tidak berlangsung selamanya. Perpecahan politik di kalangan penguasa Muslim melahirkan kerajaan-kerajaan kecil (muluk ath-thawaif) yang saling bersaing. Kondisi itu dimanfaatkan kerajaan-kerajaan Kristen di utara melalui gerakan Reconquista.

 

Proses panjang tersebut berakhir pada 1492 ketika Granada, benteng terakhir pemerintahan Islam di Andalusia, jatuh ke tangan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Berakhir pula hampir delapan abad pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia.

Meski demikian, jejak peradaban Islam masih dapat ditemukan hingga kini melalui bangunan-bangunan bersejarah seperti Masjid Cordoba dan kompleks Istana Alhambra di Granada. Warisan ilmu pengetahuan, budaya, dan arsitektur Andalusia juga diakui memberi kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban dunia.

Prof Raghib as-Sirjani dalam "Bangkit dan Runtuhnya Andalusia(2013)" mengungkapkan, Thariq bin Ziyad merupakan tokoh kunci dalam Pembebasan Andalusia. Masyarakat Iberia menyebutnya, Taric El Tuerto, Thariq si pemilik satu mata. Jenderal Umayyah ini berasal dari Suku Berber (Barbar) Nafzah, yang telah memeluk Islam.

Dua kekuatan ini bertemu pada 19 Juli 711 bertepatan dengan 28 Ramadhan 92 Hijriyah. Orang-orang Gothik bertempur dengan beringas. Namun, pada akhirnya serangan bangsa Arab yang datang bergelombang tak terbendung. Balatentara Roderick kocar-kacir.

Setelah kekalahan sang raja, lebih banyak orang Muslim menyeberangi Selat Gibraltar. Pasukan itu menyapu dari selatan. Mereka bergabung dengan rekan-rekannya yang sudah terlebih dahulu terlibat dalam ekspansi.

Kemenangan dalam Pertempuran Guadalete itu membuka jalan bagi kaum Muslim menguasai kota-kota penting di Semenanjung Iberia. Dalam waktu relatif singkat, sebagian besar wilayah Spanyol modern berhasil berada di bawah pemerintahan Islam. Andalusia kemudian berkembang menjadi salah satu pusat peradaban paling maju di dunia.

Kota Cordoba menjelma sebagai metropolitan dengan perpustakaan besar, universitas, rumah sakit, hingga sistem penerangan jalan yang pada masanya belum banyak ditemukan di kota-kota Eropa lainnya. Dari Andalusia pula lahir ilmuwan, filsuf, dokter, dan cendekiawan yang karya-karyanya menjadi rujukan dunia. Bahkan ada satu kitab pertanian yang merevolusi pertanian di Andalusia/Spanyol yang berjudul Al-Filaha yang ditulis oleh Abu Zakariyah Yahyabin Muhammad atu yang dikenal dengan Ibnu Awwam pada abad 6 hijriyah/12 masehi, yang dampaknya sampai sekarang masih dirasakan warga spanyol (sumber Republika)

 

 


Kamis, 02 April 2026

Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan MI Muhammadiyah Kayutrejo 25 – 27 Februari 2026 / 1447 H

  




Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan MI Muhammadiyah Kayutrejo 25 – 27 Februari 2026 / 1447 H

Pojok Raya – Suasana Ramadhan di MI Muhammadiyah Kayutrejo terasa lebih semarak dengan diadakannya kegiatan Pesantren Kilat yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa dari berbagai kelas yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu Arrazi, Alkhawarizmy, Albatani, Albiruni, Azzahrawi dan Alfazari.

Sejak pagi hari, para peserta sudah berkumpul di sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan shalat dhuha berjama’ah, yang membuat suasana semakin khusyuk dan penuh keberkahan.

Setelah itu, para siswa mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama. Suara lantunan ayat suci terdengar merdu dari ruang kelas hingga halaman sekolah.

Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan materi penting seputar ibadah, seperti tata cara sholat fardu, praktik wudhu yang benar, serta latihan adzan. Para guru membimbing siswa dengan sabar, bahkan memberikan contoh langsung agar mudah dipahami.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Menjelang Ramadhan  yang berisi pesan-pesan kebaikan dan motivasi untuk meningkatkan ibadah selama bulan suci.

Agar suasana semakin seru, panitia mengadakan Quiz Ramadhan. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan berebut kesempatan untuk mendapatkan hadiah.

Saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh peserta melaksanakan buka puasa bersama dengan penuh kebersamaan. Setelah itu, mereka melaksanakan shalat Maghrib berjama’ah.

Kegiatan semakin lengkap dengan dilaksanakannya Shalat Tarawih berjama’ah di malam hari. Para siswa mengikuti dengan tertib hingga kegiatan berakhir. Selama kegiatan pesantren kilat ramadhan diadakan  quiz ramah dan masing masing kelompok mendapatkan bintang disetiap kegiatan dan jawaban yang benar, dari hasil perhitungan akhir yang menjadi juara 1 adalah kelompok Ar-Razi dengan meraih nilai 40 , juara 2 diraih kelompok Al-Batani mendapat nilai 38, sedangkan juara 3 diraih kelompok Al-Khawarizmy yang mendapat nilai 34

Salah satu peserta mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan karena bisa belajar sambil bermain bersama teman-teman.

Dengan adanya Pesantren Kilat ini, diharapkan para siswa MI Muhammadiyah Kayutrejo dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Liputan Jurnalis Cilik Suara Mimka Pojok

Selasa, 31 Maret 2026

Perjusa Hizbul Wathan MI Muhammadiyah Kayutrejo

 


Perjusa Hizbul Wathan MI Muhammadiyah Kayutrejo: Api Unggun Penuh Makna, Tahfidz Al-Qur’an Menggema di Alam Terbuka

Kepanduan Hizbul Wathan (HW) MI Muhammadiyah Kayutrejo sukses menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 6–7 Februari. Kegiatan yang berlangsung penuh keceriaan ini diikuti oleh para pandu dengan semangat tinggi, disiplin, dan kebersamaan yang terasa sejak awal hingga akhir acara.

Perjusa kali ini mengusung konsep menyatu dengan alam dan menguatkan nilai spiritual, dengan agenda utama Api Unggun, Tahfidz Al-Qur’an, dan Tadabbur Alam. Kombinasi kegiatan ini membuat perkemahan tidak hanya seru, tetapi juga sarat makna.

Malam puncak Perjusa terasa istimewa saat api unggun dinyalakan. Cahaya api yang menyala di tengah gelap malam menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan keteguhan iman. Suasana semakin khidmat ketika para peserta mengikuti Tahfidz Al-Qur’an, melantunkan hafalan ayat-ayat suci dengan penuh ketenangan di alam terbuka. Angin malam dan suasana alam justru menambah kekhusyukan kegiatan tersebut.

Tak kalah menarik, kegiatan Tadabbur Alam menjadi momen refleksi yang berkesan. Para pandu diajak mengamati ciptaan Allah SWT di sekitar mereka, belajar mensyukuri nikmat alam, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang menyenangkan, peserta tampak antusias dan mudah memahami pesan-pesan kebaikan yang disampaikan.

Selama dua hari satu malam, Perjusa ini juga melatih Keshalehan, kemandirian, kerja sama, Kepemimpinan dan kedisiplinan para pandu Hizbul Wathan. Tawa, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman berpadu harmonis dalam setiap rangkaian kegiatan.

Melalui Perjusa ini, Hizbul Wathan MI Muhammadiyah Kayutrejo kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, tangguh, dan peduli lingkungan. Perkemahan pun ditutup dengan penuh kesan dan harapan agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 27 Januari 2026

Siap Lebih Awal untuk Ramadan 1447 H / 2026 M dan Jadwal Imsakiyah

 

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Ramadan 1447 H dipastikan jatuh pada 18 Februari 2026. Tanpa perlu menanti kepastian di menit-menit terakhir, sistem ini menawarkan satu kemewahan yang sering kita abaikan, yaitu waktu untuk bersiap lebih awal.

Dalam Islam, prinsip “siap lebih awal” merupakan pesan yang terselip dalam Al-Qur’an dan Hadis. Siap lebih awal berarti selalu membuat perencanaan yang matang agar kita tidak terus-menerus terjebak dalam situasi yang mendesak (kepepet) atau kebiasaan menunda-nunda.

Melakukan persiapan lebih awal adalah refleksi dari seorang Muslim yang visioner; seseorang yang tidak hanya hidup untuk hari ini, tetapi selalu memasang kuda-kuda untuk menghadapi apa yang akan datang.

Hal di atas tersebut jelas di mana Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 18:

 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18).

 

Membaca ayat ini, sang maestro tafsir Fakhr al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib memberikan ulasan yang agak provokatif. Ia menjelaskan bahwa penggunaan kata al-ghad (besok) untuk merujuk pada hari kiamat bertujuan untuk taqrib, yakni mendekatkan persepsi kita. Al-Razi seolah ingin menegaskan bahwa jika sesuatu itu sudah pasti datang, maka anggaplah hal tersebut terjadi besok pagi.

 

Logika Al-Razi ini sangat relevan untuk konteks Ramadan dengan sistem KHGT. Ketika kepastian tanggal sudah di tangan, Ramadan bukan lagi “tamu tak diundang” yang datang tiba-tiba. Tapi Ramadan adalah “hari esok” yang sudah terukur. Maka, perintah waltanzhur nafs (hendaklah setiap jiwa memperhatikan) menjadi sebuah kewajiban untuk melakukan audit kesiapan.

 

Lebih jauh lagi, Al-Razi menyoroti penggunaan bentuk kata benda nafs (jiwa/individu) yang bersifat personal dalam ayat tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa kesiapan lebih awal adalah tanggung jawab mandiri.

 

Karennaya, kita tidak perlu menunggu pengumuman massal atau euforia kolektif untuk mulai menata niat, melatih fisik dengan puasa sunnah, atau mengalokasikan anggaran zakat dan sedekah. Siap lebih awal berarti memutus ketergantungan pada kepastian administratif dan beralih pada kesiapan substantif.

Spirit kesiapan yang berkelanjutan ini juga ditegaskan dalam Surat Al-Insyirah ayat 7:

“Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain).” (QS. Al-Insyirah: 7).

Menelaah ayat ini melalui Tafsir Abu Hafsh An-Nasafi, kita menemukan bahwa seorang Muslim diajarkan untuk selalu siap menghadapi fase berikutnya dalam hidup. An-Nasafi mengutip pendapat Qatadah yang menyatakan bahwa jika kita telah selesai menunaikan perkara fardu, maka segera bersiap dan “lelahkanlah” diri dalam ibadah sunnah. Sementara Mujahid menekankan bahwa ketika urusan kepentingan diri sendiri telah selesai, maka segera tegakkan diri untuk kembali fokus dalam ibadah kepada Tuhan.

Berbagai sudut pandang yang dirangkum An-Nasafi menunjukkan satu pola pikir penting bahwa transisi antar kegiatan bukanlah momentum untuk lalai, melainkan momentum untuk bersiap pada tujuan selanjutnya. Jika selesai mengajar, maka kita siap untuk mengamalkan ilmunya; jika selesai salat, maka kita siap untuk berzikir dan berdoa; bahkan jika selesai berdakwah, maka kita segera siap untuk kembali meningkatkan kapasitas kesalehan.

 

Esensi dari fanshab (bekerja keraslah/bersiaplah) dalam tafsir tersebut adalah tentang mentalitas yang selalu siaga. Dalam konteks menjelang 18 Februari 2025, hal ini berarti menggunakan waktu sebelum Ramadan bukan untuk bersantai tanpa arah, melainkan untuk membangun fondasi.

Dengan begitu, saat Ramadan tiba, kita tidak lagi baru mulai melakukan pemanasan, melainkan sudah dalam posisi siap melesat untuk menjemput rida-Nya.

Selain dalam Al-Qur’an, Nabi SAW pun selalu mengingatkan umatnya untuk memiliki mentalitas siap lebih awal. Hal ini terekam jelas dalam pesan beliau yang sangat populer:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim).

Hadis ini adalah “alarm” bagi setiap Muslim untuk selalu mencuri start dalam kebaikan. Kata ightanim (manfaatkanlah/ambilah sebagai keuntungan) menyiratkan sebuah instruksi untuk bersikap proaktif, bukan reaktif. Nabi SAW mengajarkan bahwa setiap kondisi ideal yang kita miliki saat ini adalah modal utama yang harus segera diinvestasikan sebelum keadaan berubah menjadi sulit.

Dalam konteks menyambut Ramadan, hadis ini menjadi pengingat bahwa masa-masa “sebelum 18 Februari” adalah masa luang yang sangat berharga. Menunggu hingga masuk bulan Ramadan baru mulai berbenah sama saja dengan menyia-nyiakan modal waktu luang sebelum kesibukan ibadah itu sendiri tiba. Persiapan di saat lapang akan membuat ibadah di saat sempit menjadi lebih berkualitas.

 

Pada akhirnya, seluruh rangkaian dalil ini mengerucut pada satu kesimpulan besar bahwa Islam sangat menganjurkan segenap Muslim untuk siap lebih awal dalam segala hal. Seorang Muslim yang siap lebih awal adalah mereka yang tidak membiarkan waktu mendikte hidupnya, melainkan mereka yang mampu mengelola waktu demi tujuan-tujuan ukhrawi.

Link unduh jadwal Imsakiyah 1447 H  Unduh Jadwal

(Sumber :muhammadiyah.or.id/2026/01/siap-lebih-awal-untuk-ramadan-1447-h)

Referensi:

 

Aḥmad al-Nasafī al-Ḥanafī, al-Taysīr fī al-Tafsīr, Istanbul: Dār al-Lubbāb li al-Dirāsāt wa Taḥqīq al-Turāts, 2019, juz 15, hlm. 399.

 

Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb (al-Tafsīr al-Kabīr), Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāts al-ʿArabī, 1420 AH, juz 29, hlm. 511.

Kamis, 01 Januari 2026

Program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (leadership) #Mimkapojokmsc


Program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) #Mimkapojokmsc

Untuk mengisi kegiatan pasca Asesmen Sumatif Akhir MI Muhammadiyah Kayutrejo menggelar Program  Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) atau Program Kepemimpinan Siswa, berfokus pada membangun karakter, kedisiplinan, dan keterampilan dasar memimpin melalui aktivitas seperti dinamika kelompok, simulasi, materi nilai-nilai kepemimpinan (termasuk spiritual), dan pembentukan , dengan tujuan mempersiapkan siswa menjadi pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab sejak dini. Program ini mengintegrasikan teori dengan praktik, seringkali melalui kegiatan fisik (outbound/ Fun Game) , menggembala kambing atau mengamati orang yang sedang menggembala kambing dan pembekalan materi di kelas, untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim.

Tujuan Utama Program

Membangun Karakter: Memperkuat kepribadian, integritas, dan tanggung jawab.

Mengembangkan Keterampilan: Meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah.

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan: Melatih siswa untuk menjadi proaktif, mengambil keputusan, dan memengaruhi orang lain secara positif.


Komponen dan Contoh Kegiatan

Materi di Kelas: Cerita inspiratif (misalnya: kisah Nabi Muhammad SAW, tokoh nasional, atau cerita lokal), Konsep dasar kepemimpinan dan manajemen. Pembelajaran kepemimpinan spiritual dan karakter. Pentingnya disiplin dan etika.

Aktivitas Dinamika & Praktik:

Pembentukan "suku" dan yel-yel untuk kekompakan.

Tugas kelompok dan diskusi untuk melatih pengambilan keputusan.


Kegiatan Lapangan (Outbound/Fun Game/ Menggembala Kambing):

Senam pagi, permainan kepemimpinan seperti: “Menara Spaghetti”, “Jembatan Koran”, atau “Estafet Tantangan/ estafet bola”

Tujuan: melatih kerja sama, komunikasi, dan pengambilan keputusan tracking bukit, atau outbound rally untuk melatih ketahanan fisik dan mental.Permainan yang membangun kerja sama tim (team building).

Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada Tanggal: 15–17 Desember 2025


Program ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini, mempersiapkan siswa untuk tantangan masa depan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan berkarakter kuat,

Senin, 17 November 2025

Milad ke 113, Muhammadiyah Angkat Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa

 


Muhammadiyah pada 18 November 2025 genap berusia 113 tahun dari hari kelahirannya tahun 1912. Tahun ini Muhammadiyah mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan tujuan dari diangkatnya tema tersebut di Milad ke 113 Muhammadiyah, pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi yang memiliki tumpuan pada kesejahteraan rohaniah (sejahtera spiritual dan moral), sehingga melahirkan kesejahteraan yang utuh lahir dan batin.

Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana perintah UUD 1945 yang semakin nyata dan merata, lebih khusus bagi kesejahteraan rakyat dalam pondasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sejalan sila kelima Pancasila.

Haedar mengatakan, milad tahun ini berada dalam dinamika kehidupan kebangsaan yang kompleks dan menuntut kesadaran kolektif untuk secara terus menerus mewujudkan cita-cita nasional, yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”, yaitu “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”.

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen dan usaha untuk memajukan kesejahteraan bangsa, baik sejahtera lahir maupun batin. Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai asas fundamental gerakan, antara lain terkandung pernyataan berikut “Masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.”

Di dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) sebagai konsep filosofis terkandung pernyataan kedua yang bersifat paham agama, yakni “Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spiritual, duniawi, dan ukhrawi.”

Di antara enam belas langkah usaha Muhammadiyah sebagaimana terumuskan dalam Anggaran Rumah Tangga juga terkait dengan kesejahteraan, yaitu: “(6) Memberdayakan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial… (8) Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas. (9) Meningkatkan kualitas kesehatan, pertolongan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. (10) Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan…”

Makna “kesejahteraan” atau “sejahtera” (welfare, prosperity) terkandung mendalam dan luas, yang secara kebahasaan ialah “hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman.” Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti. Kesejahteraan dalam arti umum mengandung pengertian yaitu “menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.” Dalam ekonomi, “sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda, yaitu memiliki arti khusus resmi atau teknikal (lihat ekonomi kesejahteraan), seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.” Dalam kebijakan sosial, “kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera.”

“Muhammadiyah meletakkan kesejahteraan dalam konteks kehidupan bangsa yang memiliki kaitan subtansial dengan perintah konstitusi kepada Pemerintah Negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu  “memajukan kesejahteraan umum”,”jelas Haedar.

Haedar menegaskan, bangsa Indonesia setelah merdeka harus maju kesejahteraannya yang merata kepada seluruh rakyat, bukan terbatas pada sebagian golongan bangsa saja, lebih-lebih hanya golongan kecil. Dengan kesenjangan sosial-ekonomi yang masih menjadi masalah dalam kehidupan bangsa, maka diperlukan kebijakan-kebijakan strategis dan praksis dari pemerintah dalam usaha memajukan kesejahteraan umum yang luas merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selasa, 09 September 2025

Laporan Kegiatan Matsama MI Muhammadiyah Kayutrejo

 

LAPORAN KEGIATAN MATSAMA

MI Muhammadiyah Kayutrejo

Tahun Pelajaran 2025/2026

 




1. Latar Belakang

Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) merupakan kegiatan awal tahun ajaran yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru. MI Muhammadiyah Kayutrejo menyelenggarakan MATSAMA sebagai bentuk pembinaan awal agar siswa memiliki pemahaman tentang nilai-nilai keislaman, tata tertib, serta budaya belajar yang berlaku di madrasah.

2. Tujuan Kegiatan

- Menanamkan adab belajar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

- Mengenalkan lingkungan fisik dan sosial madrasah.

- Membangun semangat kebersamaan melalui permainan edukatif.

- Mendorong gaya hidup sehat dan aktif melalui kegiatan jalan sehat.

3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

- Tanggal: 14–16 Juli 2025

- Tempat: MI Muhammadiyah Kayutrejo dan sekitarnya

4. Peserta

- Siswa baru kelas I dan kelas lainnya

- Didampingi oleh guru, wali kelas, dan panitia MATSAMA

5. Rangkaian Kegiatan

Hari Pertama: Adab Belajar

- Pembukaan

- Penyampaian materi “Adab Belajar dalam Islam”

- Diskusi interaktif dan simulasi adab di kelas, seperti cara meminta izin, menyimak pelajaran, dan menghormati guru

 Hari Kedua: Pengenalan Lingkungan Belajar

- Tur keliling madrasah: ruang kelas, perpustakaan, UKS, musala, dan taman baca

- Pengenalan struktur organisasi madrasah dan guru-guru

- Penjelasan tata tertib dan budaya belajar di MI Muhammadiyah Kayutrejo

 

🎲 Hari Ketiga: Fun Game dan Jalan Sehat

- Permainan edukatif: tebak gambar Islami, estafet kata bijak, dan game lainnya

- Jalan sehat bersama mengelilingi dusun Pojok Kayutrejo, diiringi yel-yel semangat

- Penutupan dan pembagian doorprize

 

6. Hasil dan Evaluasi

Kegiatan MATSAMA berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari siswa baru. Mereka menunjukkan semangat belajar, rasa ingin tahu, dan kemampuan beradaptasi yang baik. Guru mencatat bahwa siswa mulai memahami pentingnya adab dalam belajar dan menunjukkan sikap positif terhadap lingkungan madrasah.

7. Penutup

MATSAMA MI Muhammadiyah Kayutrejo tahun pelajaran 2025/2026 telah memberikan bekal awal yang penting bagi siswa baru. Diharapkan kegiatan ini menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter Islami dan semangat belajar sepanjang tahun.

Senin, 26 Mei 2025

MI Muhammadiyah Kayutrejo Gelar Kegiatan Program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (P5RA)



MI Muhammadiyah Kayutrejo Gelar Kegiatan P5RA: Mengasah Jiwa Wirausaha dan Menanamkan Pola Makan Sehat

MI Muhammadiyah Kayutrejo sukses menyelenggarakan kegiatan Program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (P5RA) dengan tema Kewirausahaan dan Makan Sehat Bergizi. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam berwirausaha sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat untuk menunjang keseharian yang produktif.

Siswa Antusias Belajar Kewirausahaan Sejak Dini

Kegiatan ini dibuka dengan motivasi kewirausahaan oleh Kepala Madrasah Drs. Abdul Aziz Zarkasi, yang menekankan bahwa memiliki jiwa wirausaha sejak dini akan membantu siswa menjadi lebih mandiri dan inovatif dalam menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, seorang pengusaha lokal di bidang kuliner sehat hadir untuk berbagi pengalaman tentang membangun usaha makanan sehat yang menarik dan berkualitas.

Para siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis mereka sendiri, mulai dari konsep hingga praktik langsung berjualan. Mereka membuka stan usaha dengan berbagai produk menarik, seperti:

- Makanan ringan sehat, seperti puding buah rendah gula dan camilan berbahan alami.

- Minuman sehat, seperti jus buah segar dan susu kurma.

- Olahan makanan bergizi, seperti nasi merah dengan lauk sehat dan roti gandum buatan sendiri.

- Kerajinan tangan, seperti pot bunga, hiasan dari bahan daur ulang, serta aksesoris handmade.

- Produk edukatif, seperti kaligrafi dan karya seni yang menggambarkan nilai-nilai keislaman.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka menawarkan produk kepada pengunjung dengan penuh percaya diri. Mereka belajar tentang cara menarik pelanggan, menghitung keuntungan, serta menerapkan strategi pemasaran yang baik.

Edukasi Makan Sehat Bergizi untuk Generasi Sehat

Selain belajar berwirausaha, siswa juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat. Guru memberikan pemahaman tentang nutrisi seimbang, serta dampak positif konsumsi makanan sehat terhadap tubuh dan daya pikir.

Sesi ini dikemas dengan diskusi interaktif, kuis tentang makanan bergizi, dan simulasi perencanaan menu sehat. Siswa diajak untuk memahami bagaimana makanan yang mereka konsumsi setiap hari berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas mereka.

Hikmah dan Pesan Kegiatan  yang inspiratif ini adalah dengan memiliki jiwa wirausaha dan pola makan sehat, kalian bisa menjadi generasi yang sukses dan tetap menjaga kesehatan tubuh. Semoga ilmu yang kalian dapatkan hari ini bisa bermanfaat untuk masa depan.

Kegiatan kewirausahaan dalam P5RA di sekolah ini sukses memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami dunia bisnis. Selain mengembangkan kreativitas, mereka juga belajar tentang kerja sama, strategi bisnis, dan kejujuran dalam berwirausaha. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang siap menjadi wirausaha yang beradab/beretika dan sukses di masa depan. Kesadaran siswa terhadap pentingnya usaha yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan pengalaman langsung dalam berjualan dan memahami pola makan sehat, siswa di MI Muhammadiyah Kayutrejo diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di dunia bisnis dan gaya hidup sehat.

*Tim Liputan Jurnalis Cilik

*Suara Mimka Pojok

Rabu, 07 Mei 2025

Mimka Islamic Science 25

 



🔬Eksperimen Ilmiah Membawa Siswa pada Petualangan Baru*


 MI Muhammadiyah Kayutrejo kembali menggelar kegiatan pembelajaran yang unik dan menarik untuk siswa kelas 2 Alkhowarismy dengan tema _ Mimka Islamic Science 2025_ . Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan melalui sudut pandang Islam, sekaligus melatih kreativitas dan rasa ingin tahu siswa.


Pada sesi pertama, para siswa diajak melakukan percobaan menggunakan mikroskop . Dengan bimbingan guru, mereka mengamati struktur tanaman seperti daun dan Nyamuk. Para siswa tampak antusias ketika melihat keajaiban yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Beberapa siswa berkata, "Kami baru tahu bahwa daun dan Nyamuk punya bagian kecil seperti jaring! Allah sungguh menciptakan semuanya dengan sempurna."


Sesi kedua semakin seru ketika siswa membuat miniatur pembangkit listrik tenaga air . Dengan bahan sederhana seperti botol bekas, dinamo bekas, dan baling-baling mini, dan lainnya, siswa belajar bagaimana air bisa menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi sehingga lampu bisa menyala, Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan konsep teknologi, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya sumber energi yang ramah lingkungan.


Guru kelas dua Alkhowarismy Bapak Muh Fajar Hudi Aprianto, menyampaikan, "Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bagaimana ilmu pengetahuan dapat memperkuat rasa syukur kepada Allah atas ciptaan-Nya. Siswa juga diajak untuk berpikir kreatif dalam menemukan solusi untuk kehidupan sehari-hari."


Kegiatan _ Mimka Islamic Science_ di MI Muhammadiyah Kayutrejo tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah pembelajaran. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung untuk mendukung generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia. (Suara Mimka 23 April 2025)







#Liputan Tim Jurnalis Cilik

#Kelas 2 Alkhowarismy

#Suara Mimka Pojok

Kamis, 02 Januari 2025

Kegiatan Khotmil Qur'an dan Kebersihan Madrasah

 


Liputan Kegiatan Khataman Alquran dan Lomba Kebersihan di MI Muhammadiyah Kayutrejo dalam Rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-79 Republik Indonesia Tahun 2025

Kayutrejo, 2  Januari 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) , MI Muhammadiyah Kayutrejo menggelar serangkaian kegiatan yang penuh makna dan edukatif pada . Dua kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Khataman Alquran dan Lomba Kebersihan, yang melibatkan siswa, guru, serta masyarakat sekitar. Acara ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai agama dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari karakter bangsa.

Khataman Alquran

Kegiatan dimulai pada pukul  9.00, diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh Kepala MI Muhammadiyah Kayutrejo, Drs. Abdul Aziz Zarkasi. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk syukur dan penghormatan terhadap ajaran Alquran yang harus senantiasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui khataman ini, kita tidak hanya membaca dan menyelesaikan Alquran, tetapi juga berkomitmen untuk mengamalkan setiap ajaran yang terkandung di dalamnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Sebanyak 100 siswa MI Muhammadiyah Kayutrejo turut serta dalam khataman ini. Mereka dengan khusyuk mengikuti acara yang dilaksanakan di gedungs ekolah, dimulai dari pembacaan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat surat yang lainnya sampai surat terrakhir yaitu surat Annas. Di akhir acara, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh wali kelas masing masing], memohon berkah dan petunjuk Allah SWT bagi para siswa dan seluruh keluarga besar MI Muhammadiyah Kayutrejo.

Lomba Kebersihan

Sebelum kegiatan Khataman Alquran, diadakan Lomba Kebersihan yang melibatkan seluruh siswa  [kelas 1 s.d. kelas 6]. Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan, serta mengajak para siswa untuk menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat.

Lomba kebersihan dimulai pukul 7.30 dengan peserta membersihkan area sekolah yang sudah dibagi sesuai kelompok. Setiap kelompok diminta untuk menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas umum seperti kamar mandi dan ruang olahraga. Tim penilai yang terdiri dari guru-guru MI Muhammadiyah Kayutrejo menilai berdasarkan beberapa kriteria, antara lain kebersihan, kerapian, kekompakan,kedisplinan serta kreativitas dalam pengelolaan sampah.

Hasil penilaian menunjukkan  masing-masing kelas mendapatkan juara dengan katagori yang berbeda. Mereka menerima hadiah berupa peralatan kebersihan, yang diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah. Dalam kesempatan tersebut, pemenang mengungkapkan rasa syukur dan berjanji untuk terus menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Kayutrejo, dalam sambutannya, berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperdalam kecintaan terhadap Alquran.

"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari upaya kami untuk menanamkan nilai-nilai agama dan kebersihan, sebagai bagian dari karakter anak-anak yang harus dibentuk sejak dini," kata Kepala Madrasah.

Acara pun ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta tamu undangan. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perkembangan spiritual dan kedisiplinan siswa di MI Muhammadiyah Kayutrejo.

Demikian liputan kegiatan Khataman Alquran dan Lomba Kebersihan di MI Muhammadiyah Kayutrejo dalam rangka Hari Amal Bakti ke 79 Kemenag Tahun 2025. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan inspirasi bagi seluruh peserta dan masyarakat.(*Elfajr)

#Laporan oleh Tim Jurnalis Mimka Pojok Msc














Sabtu, 21 Desember 2024

Program Literasi Digital #MimkaPojok

 

Program Literasi Digital untuk Kelas 2 Al-Khowarismi di MI Muhammadiyah Kayutrejo*

Pojok, 12 Desember 2024 – MI Muhammadiyah Kayutrejo terus berinovasi dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa melalui program khusus yang diterapkan di Kelas 2 Al-Khowarismi. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memajukan literasi digital di kalangan siswa sejak usia dini.


Program Literasi Digital ini diadakan setiap Pekan dengan berbagai kegiatan yang menarik dan edukatif. Siswa dikenalkan dengan perangkat teknologi seperti tablet dan komputer, serta diajarkan cara mengakses informasi melalui internet dengan aman dan bertanggung jawab. Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya etika dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital lainnya.


Guru Kelas 2 Al-Khowarismi, Pak  Fajar Hudi Aprianto, menyampaikan bahwa program ini sangat penting dalam menghadapi era digitalisasi. "Dengan program literasi digital, kami berharap siswa dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan, termasuk keterampilan berpikir kritis dan kemampuan mencari informasi secara efektif," kata Pak Fajar.


Selama kegiatan, siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam belajar. Mereka tidak hanya membaca buku elektronik di Pojok Baca Digital, tetapi juga mengikuti berbagai proyek mengetik memakai Microsoft word.


"Saya senang bisa belajar menggunakan tablet dan bermain game edukasi tentang pelajaran di sekolah. Ini sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan saya," ungkap Fasina,  siswa kelas 2.


Program ini juga melibatkan partisipasi orang tua yang memberikan dukungan penuh dalam penggunaan teknologi di rumah. MI Muhammadiyah Kayutrejo berharap program Literasi Digital ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar.


#Liputan Kusus

*- Laporan oleh Tim Jurnalis Cilik Mimka Pojok .net









Pekan Kreatif dan Literasi

 



Program Pekan Kreatif dan Literasi Pojok Baca Tingkatkan Kegiatan Literasi di Kelas 2 MI Muhammadiyah Kayutrejo

Pojok, 11 Desember 2024 – MI Muhammadiyah Kayutrejo menggelar kegiatan literasi yang inovatif melalui program  "Pojok Baca" di kelas 2. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman literasi para siswa sejak dini.

"Anak-anak sangat antusias dengan Pojok Baca. Mereka bisa memilih buku yang mereka suka dan membaca bersama teman-teman. Ini membantu mereka meningkatkan kemampuan membaca sekaligus memperluas wawasan," .

Selain membaca, program ini juga melibatkan berbagai aktivitas, seperti diskusi buku, pembuatan ringkasan cerita. Dengan pendekatan yang interaktif, diharapkan siswa dapat lebih memahami dan menikmati kegiatan literasi.

"Saya sangat senang bisa membaca banyak buku baru di Pojok Baca. Ceritanya seru dan menyenangkan," ujar  beberapa siswa kelas 2.

MI Muhammadiyah Kayutrejo berharap program Pojok Baca ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk mengembangkan kegiatan literasi di kalangan siswa. 


- Laporan dari  Tim Jurnalis MI Muhammadiyah Kayutrejo










Selasa, 19 November 2024

Milad ke-112 Muhammadiyah, Sejarah dan Pesan Haedar Nashir untuk Seluruh Kader


 

Sejarah Singkat Muhammadiyah

Muhammadiyah berdiri pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan pada tanggal 18 November 1912 di Kauman, kota Yogyakarta. Pendirian Muhammadiyah diawali oleh keberadaan Sekolah Rakyat bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang didirikan KH. Ahmad Dahlan pada awal tahun 1912. Madrasah ini mengadakan proses belajar-mengajar pertama kali di dengan memanfaatkan ruangan berupa kamar tamu di rumah KH. Ahmad Dahlan yang memiliki panjang 6 meter dan lebar 2.5 meter, berisi tiga meja dan tiga kursi panjang serta satu papan tulis. Pada saat itu ada sembilan santri yang menjadi murid di Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah.

 

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tanpa bantuan dan sumbangan dana orang lain. KH. Ahmad Dahlan mengandalkan harta bendanya untuk mewujudkan lembaga pendidikan Islam modern yang dibayangkannya.

 

Seiring waktu, kala berdiskusi dengan para santri dan muridnya dari Kweek School Jetis, KH. Ahmad Dahlan mendapat dorongan tambahan agar membentuk organisasi yang diharapkan akan menjaga keberlanjutan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Organisasi itu bernama Muhammadiyah, dengan harapan agar para anggotanya dapat meneladani Nabi Muhammad Saw.

 

Meskipun gagasan dan usulan untuk mendirikan Muhammadiyah banyak didorong oleh beberapa orang santri dan muridnya, atas dasar aturan yang berlaku, hanya nama-nama yang telah cukup usia yang dapat dimasukkan sebagai pendiri. Dalam Statuten atau Anggaran Dasar Muhammadiyah yang diajukan kepada Pemerintah Hindia-Belanda disebutkan bahwa tanggal berdiri organisasi ini adalah 18 November 1912.

 

Setelah melewati proses pengajuan yang sulit dan memakan waktu lama, dengan terbitnya Besluit pada 22 Agustus 1914 No.81, akhirnya Muhammadiyah sebagai Badan Hukum diakui oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

 

Pada masa awal pendirian, aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda membatasi ruang dan gerak Muhammadiyah. Namun, dalam Kongres Boedi Oetomo yang diselenggarakan di rumah KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1917, pendiri Muhammadiyah ini menyatakan bahwa organisasi ini perlu berdiri tidak saja di Yogyakarta, tapi juga di seluruh Jawa, dan bahkan di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan di berbagai tempat di nusantara.

 

Setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Hindia-Belanda, KH. Ahmad Dahlan menjadi leluasa dalam memperluas misi dakwahnya. KH. Ahmad Dahlan pergi berceramah di berbagai tempat dan mengajak kaum muslimin untuk mengamalkan Islam yang membebaskan umatnya dari kejumudan, kebodohan, dan berorientasi pada amal saleh.

Pesan Haedar Nashir untuk Seluruh Kader

KH Ahmad Dahlan memimpin Muhammadiyah sejak tahun 1912 dan berakhir ketika wafat pada 1923. Dari awal hingga setengah abad berikutnya, kepemimpinan di Muhammadiyah dilanjutkan oleh Kyai Haji Ibrahim pada tahun 1923 hingga 1931. Kemudian Kyai Haji Hisyam pada 1931 hingga 1936, Kyai Haji Mas Mansyur pada 1936 hingga 1942, dan Ki Bagus Hadikusuma pada tahun 1942 hingga 1953.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menyampaikan, milad ke-112 merupakan sebuah momentum untuk refleksi. Hal itu dilakukan dalam rangka evaluasi (muhasabah) dan sekaligus proyeksi (maudhu'ah) atas seluruh program serta gerakan yang dilakukan Persyarikatan sejauh ini.

Gerakan Islam ini, menurut Haedar Nashir, tidak kenal lelah dalam upaya memakmurkan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. Melalui lini pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan seluruh praksis usahanya selama ini, Muhammadiyah membuktikan orientasi pada ikhtiar memakmurkan bangsa dan negara Indonesia.

Demikian halnya dengan seluruh usaha yang dilakukan 'Aisyiyah maupun seluruh komponen di lingkungan Persyarikatan. Semuanya bergerak untuk mewujudkan kemakmuran kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta yang berorientasi rahmatan lil ‘alamin.

"Kemakmuran dalam dimensi kesejahteraan dan kemajuan yang bersifat utuh dan menyeluruh, yakni lahir dan batin, material dan spiritual, serta duniawi dan ukhrawi," ujar Haedar Nashir dalam pidato milad ke-112 Muhammadiyah, Senin (18/11/2024).

Agar kesinambungan dapat terus terjaga, peran pemimpin menjadi esensial di lingkungan Persyarikatan. Haedar mengingatkan, kepemimpinan yang ideal harus selalu hadir di seluruh tubuh Muhammadiyah, mulai dari level pusat, daerah, cabang dan ranting hingga kader per kader.

Ini pun sudah digariskan KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah. Menurut sosok yang berjulukan Sang Pencerah itu, pemimpin Muhammadiyah dituntut menjadi pemimpin kemajuan Islam.

Sabtu, 02 Maret 2024

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1445 Tanggal 11 Maret 2024

 


Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1445 Tanggal 11 Maret 2024

Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024, PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan 1445 H/2024 M jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Penetapan 1 Ramadhan oleh Muhammadiyah menggunakan motode hisab.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa pada Ahad 10 Maret 2024, bulan sudah berada di atas ufuk (hilal sudah wujud) di wilayah Indonesia, kecuali di Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

"Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M," tulis keterangan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada maklumat yang dirilis pada tanggal 29 Desember 2023 lalu.

Muhammadiyah juga menetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idulfitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024.

Kepastian informasi waktu-waktu penting umat Islam ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada (20/1) melalui Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas.

Muhammad Sayuti menjelaskan, keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Dia berharap Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriyah.

Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 ini ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada 12 Januari 2024.

 

Selasa, 26 Desember 2023

Pekan Kreatif Dan Literasi 23

Belajar bisa dilakukan dengan berbagai model dan bisa dilakukan dengan tak mengenal waktu dimanapun dan kapanpun untuk menambah Keimanan dan Khasanah keilmuan maka dari itu Untuk mengisi kegiatan setelah penilaian akhir semester di MI Muhammadiyah Kayutrejo mengadakan kegiatan yang mendidik dan mengasah keterampilan dan wawasan siswi siswi dengan Pembelajaran berbasis proyek " Pekan Kreatif dan Literasi Tahun Pelajaran 2023 2024" . dimana dalam kegiatan ini ada kegiatan membaca , menulis mewarnai , origami, menggambar dan tak ketinggalan berkisah tentang Siroh Nabawiyah dan kegiatan lainnya.
Hasil kegiatan Pekan Kreatif dan Literasi bisa dilihat di link youtube berikut ini :

Sabtu, 07 Januari 2023

Suara Tek-tek Lato-lato dimana-mana, Lalu Bagaimana Sejarah dan Hukumnya

 


Akhir akhir ini permainan klasik bernama ‘Latto-Latto’ kembali populer. Kini, hampir di setiap daerah permainan tersebut dimainkan oleh anak-anak, dewasa, hingga orangtua.

Latto-Latto (bahasa Makassar) atau Etek-etek (bahasa Jawa) adalah sebuah permainan dua bola clakers (bola keras berbahan plastik) seukuran bakso yang digantung oleh dua utas tali.

Cara memainkannya adalah dengan mengayunkan tali itu sehingga dua bola berbenturan dan mengeluarkan suara ketukan.

Meski nampak mudah, permainan ini butuh keahlian dan konsentrasi tinggi untuk mempertemukan kedua bola plastik tersebut. Selain itu, tidak mudah pula untuk mempertahankannya.

Asal Mula Latto-Latto

Berbagai sumber mencatat bahwa Latto-Latto pertama kali lahir pada tahun 1960-an di Amerika Serikat. Awalnya permainan ini menggunakan kaca berbentuk bulat yang dibenturkan dan menimbulkan bunyi. Karena berbahaya ketika pecah, maka bola kaca diganti dengan bola plastik.

Di Indonesia, Latto-latto sempat populer pada tahun 1970-an dan tahun 1990-an. Kini, di berbagai daerah Latto-latto bahkan diperlombakan karena dianggap menantang.

Meski populer, namun tidak sedikit keluhan terhadap permainan ini. Pasalnya, suara ketukan yang ditimbulkan Latto-latto cukup nyaring dan kadang muncul di waktu-waktu beristirahat. Lantas bagaimanakah hukumnya menurut Muhammadiyah?

Mubah, Sepanjang Tidak Mafsadat dan Tidak Mengandung Unsur Perjudian

Dalam wawancara pada Selasa (3/1), Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundani menjelaskan bahwa permainan Latto-Latto tidak haram sepanjang tidak melalaikan, tidak membahayakan, dan tidak mengandung unsur judi.

“Semua permainan itu sebenarnya pada hukum asalnya adalah mubah. Tapi akan bisa menjadi haram kalau memang mengandung unsur perjudian atau hal yang membahayakan bagi si pemain sendiri. Jadi kalau dilihat dari hukum asalnya, jelas permainan itu adalah mubah atau boleh. Tidak ada dalil yang mengharamkan,” jelasnya.

Namun, Agus berpesan bahwa orangtua perlu menghimbau anak-anak mereka yang memainkan Latto-latto untuk tidak larut dalam keasyikan hingga lalai beribadah dan belajar. Termasuk tidak memainkannya di jam-jam ketika orang beristirahat, misalkan di tengah malam.

“Pertama, memang permainan itu jangan sampai melalaikan dari ibadah itu sendiri. Jadi kalau sudah waktu-waktu kosong boleh dimainkan,” kata dia.

“Himbauan orangtua juga perlu. Kita kecil dulu kan juga sering bermain. Tapi memang harus diarahkan jangan sampai melalaikan ibadah, melalaikan belajar, dan lain sebagainya. Waktu bermain juga perlu diperhatikan,” tegasnya. ( sumber muhammadiyah.or.id )

Rabu, 28 Desember 2022

Membangun Kesalehan Digital

     


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan mendasar dalam hampir semua aspek kehidupan umat manusia. Revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh masifikasi Internet of Thing (IoT), Artificial Intelligence (AI), 3D printing, big data, algoritma, dan aspek lain telah menciptakan ruang kehidupan manusia terkoneksi secara virtual. Manusia hidup dalam dunia dan budaya digital yang serba mudah, cepat, dan luas yang memengaruhi alam pikiran dan orientasi tindakan yang menjadikan dirinya seperti insan modular. 

    Kemajuan teknologi digital merupakan salah satu pertanda kemajuan yang bersifat revolusional dan menciptakan disrupsi dalam berbagai aspek kehidupan. Di antara dampak yang menyertai disrupsi sosialnya ialah krisis keadaban sehingga manusia mudah memproduksi hoaks, kebencian, permusuhan, saling mencela, menghina, dan erosi moralitas. Kekohesifan sosial memudar dan manusia menjadi hidup serba instan. Kesantunan, kearifan, dan akhlak mulia mengalami peluruhan. anyak waktu terbuang sia-sia karena intensitas penggunaan internet dan media sosial yang tidak semestinya atau overdosis.  

     Karenanya diperlukan dasar nilai yang membingkai perilaku bermedia sosial dan penggunaan media digital secara bermoral dalam wujud kesalehan digital, yaitu bagaimana adanya kesadaran moral atau etik dalam memanfaatkan sistem dan hidup di era digital. Selain panduan moral berbasis agama seperti Fikih Informasi bagaimana diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, diperlukan gerakan budaya literasi antara lain menyediakan content creator ajaran dan nilai-nilai keadaban Islami di dunia digital. Para pemimpin agama, ulama-intelektual, elite bangsa, tokoh adat, serta institusi-institusi pendidikan dan sosial keagamaan penting menjadi aktor yang terlibat aktif dalam mengembangkan keadaban digital kaligus menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik dalam menggunakan teknologi digital yang masif itu. Perlu panduan keagamaan dan moral membangun kesalehan digital di berbagai institusi dan lingkungan sosial masyarakat luas. ( Salah satu Tanfidh Keputusan  Muktamar Muhammadiyah ke - 48 di Solo )

Menurut Alimatul Qibtiyah, Ketua LPPA PP 'Aisyiyah dalam pemaparannya menjelaskan konsep saleh dan ihsan di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa kata saleh berasal dari shaluha-yashluhu-shalahan yang artinya baik, tidak rusak, dan patut. Sehingga orang salih berarti adalah orang yang baik, yang tidak merusak, orang yang patut, serta orang yang mendamaikan. Alim juga memaparkan bahwa dari definisi al-Qur'an, orang yang beramal saleh akan menyuruh kepada kebaikan, mencegah perbuatan munkar, dan bersegera mengerjakan kebaikan.

Oleh karena itu menurutnya bentuk nyata kesalehan digital terdiri dari tiga yakni pertama, baik, dengan menghargai keragaman serta memberikan contoh kebaikan juga inspiratif. Kedua, tidak merusak integritas identitas diri sendiri, memikirkan dampak perilaku digital. Ketiga, patut yakni menjaga kesopanan dalam bertutur, dan punya etiket yang baik dalam berkomunikasi.

Alimatul juga menyampaikan tentang konsep ihsan di dunia digital. Ia menyebut salah satunya adalah adanya pelibatan Tuhan dalam semua aktivitas yang dilakukan. "Melibatkan Tuhan dalam semua aktivitas termasuk dalam aktivitas digital, sehingga apa yang kita lakukan di dunia digital mempunyai nilai ibadah dan bermanfaat," terangnya. Termasuk memperbanyak amal jariyah dengan membuat konten-konten yang membawa kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan. Serta menguatkan perdamaian, keummatan, dan kebangsaan. "Kita juga harus berhati-hati dengan penggunaan agama dalam isu politik yang bisa berdampak pada polarisasi dan kebencian."

Lebih lanjut, Alimatul juga meminta agar dalam dunia digital kedepankan cek double cek terkait informasi yang didapat. Bersifat jujur dalam bertransaksi bagi yang berbisnis di dunia digital serta mengedepankan etika tidak aji mumpung ataupun tidak wajar dalam mengambil keuntungan. "Hal yang penting lainnya adalah perlunya penguatan kesalehan digital subtantif, bukan hanya kesalehan digital yang formalistik," tegas Alimatul.

Ismail Fahmi, seorang pakar media sosial menyampaikan sebuah data hasil penelitian microsot yang menyebut bahwa netizen Indonesia adalah netizen yang paling tidak sopan di ASEAN. Dimana 50% netizen Indonesia terlibat cyberbullying yakni 5 dari 10 orang mengaku terlibat bullying. Kemudian hal apa yang menyebabkan orang mendapatkan bullying di internet ? Ismail Fahmi menyebut dua alasan yang paling besar adalah penampilan sebesar 61% dan juga capaian akademik atau kepintaran sebesar 25%, kemudian karena suku, karena seksualitas, agama, finansial, dan lain-lain. "Ini sebagai contoh bahwa mudah sekali bagi orang yang meskipun soleh penampilannya akan mudah terjatuh melakukan bullying."

Oleh karena itu dalam kehidupan digital menurutnya diperlukan netiket atau etiket di internet. Ismail Fahmi menyebut bahwa Netiket inilah yang bisa membawa kesalehan digital. "Netiket itu apa sih ? itu sebenarnya aturan dan petunjuk untuk berkomunikasi secara online di internet, (aisyiyah.or.id ). Maka dari itu kita sebagai seorang muslim harus selalu bertabayyun terhadap informasi yang kita terima dan mengedepankan adab di era digital sekarang ini.